Harapan di akhir Ramadan

Harapan di akhir Ramadan
Di Posting Oleh : https://ceritamasyarakaat.blogspot.com/
Kategori : bertemu lagi ramadan harapan kebiasaan baik kembali fitrah ramadan

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1wzLkKRJynWkJQ5f4_EsbWv1YMo1Zu1_m

Basmalah, sudah hampir mendekati pertengahan ramadan.

“Bagaimana puasanya teman-teman?”

“Bagaimana tadarus dan tarawihnya?”

Semoga tetap lancar dan semangat terus sampai akhir ya. Aamiin.


Akhirnya sampai di day 10 IIDN ramadan challenge. Masya allah walau suka mepet mepet. Rada effort tiap menulis, jungkir balik dengan seabrek rutinitas. Tetap senang bisa sharing dan menulis. Menulis jadi salah satu healing aku, mengurai semua yang ada dipikiran dan hati. Insya allah sudah mulai rapi dan tertata pikirannya ketika semua ide dan keinginan dikeluarkan.


Terimakasih IIDN untuk kesempatannya. Semoga semakin sukses, terus berkembang dan menjadi wadah ternyaman bagi para ibu-ibu yang suka menulis. Hari terakhir dengan tema yang benar-benar jadi closing dari bulan ramadan. Seperti kebanyakan tujuan semua kaum muslim di dunia yang berpuasa, yaitu : “kemenangan”. 


Hari kemenangan dalam islam dirayakan pada idulfitri 1 syawal. Idul fitri bermakna kembali suci seperti bayi baru lahir karena dosa-dosa telah diampuni selama sebulan berpuasa. Tentu harapan terbesarku ya seperti ini kembali suci lagi dan pahalaku diterima. Aamiin.


Kemenangan pun bisa berarti menangnya diri sendiri dari hawa nafsu. Kemenangan sebulan penuh menahan diri menjaga lisan dan menata hati. 


Anas radhiyallahu ‘anhu berkata,


قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلأَهْلِ الْمَدِينَةِ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ « قَدِمْتُ عَلَيْكُمْ وَلَكُمْ يَوْمَانِ تَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَإِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ يَوْمَيْنِ خَيْراً مِنْهُمَا يَوْمَ الْفِطْرِ وَيَوْمَ النَّحْرِ


“Ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam datang ke Madinah, penduduk Madinah memiliki dua hari raya untuk bersenang-senang dan bermain-main di masa jahiliyah. Maka beliau berkata, “Aku datang kepada kalian dan kalian mempunyai dua hari raya di masa Jahiliyah yang kalian isi dengan bermain-main. Allah telah mengganti keduanya dengan yang lebih baik bagi kalian, yaitu hari raya Idul Fithri dan Idul Adha (hari Nahr)” (HR. An Nasai no. 1556 dan Ahmad 3: 178, sanadnya shahih sesuai syarat Bukhari-Muslim sebagaimana kata Syaikh Syu’aib Al Arnauth).


Masya allah rayakanlah ya teman-teman. Rayakanlah dua hari raya ini, bukan merayakan hari-hari lain yang tidak ada dalam ajaran umat islam. 


Harapan lainnya adalah pembiasaan baik selama sebulan penuh di bulan ramadan akan terus dikerjakan di bulan-bulan selanjutnya. Jangan sampai kebiasaan baik ini ditinggalkan begitu saja setelah lebaran usai. 


Terakhir semoga Allah paring kesehatan, kesempatan dan qodar baik bertemu lagi ramadan. Aamiin. Bisa bertemu kembali dengan ramadan menjadi impian setiap muslim. Bisa bertemu kembali berarti Allah memberikan kita nikmat umur dan keberkahan. Alhamdulillah. Semoga allah mampukan aku untuk haji dan umroh 10 malam terakhir di bulan ramadan. Aamiin


Ada salah satu kisah yang sangat menarik ya teman-teman tentang dua orang sahabat Nabi. Kisah ini diriwayatkan olen imam ibnu majah rahumahullah. alkisah, ada dua orang sahabat Nabi. Dimana salah satunya lebih sungguh-sungguh dalam beramal dibandingkan sahabat yang lainnya. Sahabat yang sungguh-sungguh beramal meninggal dalam keadaan mati syahid. Sedangkan sahabat yang lainnya masih hidup setahun kemudian. Lalu ditakdirkan meninggal diatas ranjangnya.


Singkat cerita salah satu sahabat  Thalhah bin Ubaidilah radhiyallahu ‘anhu bermimpi melihat keduanya berada di pintu surga. Herannya sahabat yang meninggal diranjang dipersilahkan masuk surga terlebih dahulu. Baru setelah itu sahabat yang mati syahid. 

Kabar mimpi itupun tersebar luas hingga sampai pada Nabi. Akhirnya Nabi pun menjelaskan penyebab sahabat yang diranjang masuk surga terlebih dahulu karena hidupnya yang melewati ramadan. 


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sungguh, jarak (derajat) antara keduanya sebagai jarak antara langit dan bumi.” ( Redaksi kisah sepersisnya dapat dilihat dalam Sunan Ibnu Majah)


Masya allah teman-teman betapa hebatnya pahala ibadah yang didapat di bulan ramadan. Begitu tingginya pahala sampai derajatnya pun lebih tinggi daripada pahala mati syahid.

Tetap semangat ibadah di bulan ramadan sampai akhir ya teman-teman. Semoga Allah pertemukan lagi kita di bulan ramadan🩷

Aamiin.


“Challenge Menulis IIDN”

No comments for "Harapan di akhir Ramadan"

iklan 1