Day 1 : Target Ramadan Tahun Ini

Day 1 : Target Ramadan Tahun Ini
Di Posting Oleh : https://ceritamasyarakaat.blogspot.com/
Kategori : IIDN ramadan ramadan2026 ramadanchallenge targetramadan

https://drive.google.com/uc?export=view&id=1B4IJ91YFdIYbREINByvyY7JiwZ3mCUGU

Bismillahirrahmanirrahim,  hari ketiga ramadan. Alhamdulillah masih bisa bertemu ramadan tahun ini. Ramadan yang terasa cepat sekali, jatuh dipertengahan februari 2026. Ramadan yang penuh dengan rahmat Allah. Allah buka pintu surga dan tutup pintu neraka.  Selama ramadan, setan-setan dibelenggu sehingga memudahkan umat islam untuk beribadah. Seperti tahun-tahun sebelumnya target ramadanku selalu fokus pada berpuasa. Sebagaimana diriwayatkan dalam hadis bukhari  :

"Barang siapa berpuasa Ramadan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu" (HR. Bukhari no. 38 dan Muslim no. 760)

Masya Allah, “siapa sih yang tidak mau diampuni dosa-dosanya?”

Pastilah mau, kembali suci seperti bayi yang baru lahir saat idulfitri. Terlebih pahala saat puasa itu Allah langsung yang mencatat dan membalasnya tanpa perantara.


Berpuasa yang sebenarnya bukan hanya sekedar menahan lapar dan haus saja. Menahan segala hawa nafsu diri serta meningkatkan ibadah. Dari Abu Hurairah, Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 

لَيْسَ الصِّيَامُ مِنَ الأَكْلِ وَالشَّرَبِ ، إِنَّمَا الصِّيَامُ مِنَ اللَّغْوِ وَالرَّفَثِ ، فَإِنْ سَابَّكَ أَحَدٌ أَوْ جَهُلَ عَلَيْكَ فَلْتَقُلْ : إِنِّي صَائِمٌ ، إِنِّي صَائِمٌ


Puasa bukanlah hanya menahan makan dan minum saja. Akan tetapi, puasa adalah dengan menahan diri dari perkataan lagwu dan rofats. Apabila ada seseorang yang mencelamu atau berbuat usil padamu, katakanlah padanya, “Aku sedang puasa, aku sedang puasa”. (HR. Ibnu Majah).

Bagi seorang ibu sepertiku, level tertinggi menahan hawa nafsu adalah marah. Ya, menahan diri dari marah dengan segala drama anak-anak kesehariannya. Betul kan bu ibu?


Mulai dari drama bangunin anak-anak sahur untuk memulai puasanya. Ada yang langsung bangun lanjut tidur lagi. Tipe lainnya ketika dibangunkan malah marah atau nangis. Lanjut drama ditengah hari yang merengek lapar atau haus ingin berbuka siang hari saja. Paling menguji saat sedang sibuk menyiapkan masakan untuk berbuka terjadilah perang saudara. Subhanallah, tetap sabar ya ibu !


Selain berpuasa, meningkatkan ibadah mulai dari tarawih, membaca Al-Qur’an sampai iktikaf  pada sepuluh malam terakhir ramadan. 

Apalagi ibadah di bulan ramadan pahalanya dilipatgandakan oleh Allah SWT. Amalan sunnah bernilai pahala wajib yang dilipatgandakan 10 hingga 700 kali lipat. Masya Allah harusnya makin semangat ya!


Terutama membaca Al-Qur’an, target tahun ini aku bisa mengkhatamkan satu kali dengan kondisi yang santai. Biasanya memang khatam tetapi dengan rasa terburu-buru dan dikejar sesuatu. Kadang membaca Al-Qur’annya sambil ngantuk dan kurang fokus. Hal ini terjadi karena kurang banyak membaca Al-Qur’an sebelum dan sesudah masa haid. 


Alhamdulillah, akhirnya menemukan salah satu tips mengkhatamkan Al-Quran. Metodenya dikenal dengan One Day 1 Jus dan membacanya dikerjakan setelah salat fardu. Metode ini aku sesuaikan lagi dengan kondisi yang biasanya mengalami haid selama 7 hari. 

Aku ubah metodenya menjadi :

  • One Day 2 JusKhatam 30 jus dalam waktu 20 hari, yaitu membaca 2 jus setiap hari.
  • Membaca Setelah Salat FarduBagi dua jus (sekitar 20 lembar) ke dalam 5 waktu salat. Jadi, aku membaca 4 lembar setelah salat wajib.

Alhamdulillah, metode ini sudah aku jalankan selama 2 hari lalu. Sudah selesai membaca 4 jus. Metode ini terasa sangat membantu untuk ibu rumah tangga sepertiku. Ibu rumah tangga yang kegiatannya tak pernah habis. Rasanya pun ringan karena waktu membaca 4 halaman lebih singkat. Insyaallah jika konsisten dan disiplin, target mengkhatamkan Al-Qur’an di bulan ramadan tercapai. Semangat diriku!
“Challenge Menulis IIDN”

No comments for "Day 1 : Target Ramadan Tahun Ini"

iklan 1